majalahteknikkonstruksi.com – Kalimantan Timur, IKN 02 Januari 2026



Dua tahun sudah, Indonesia melangkah jauh dalam membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai kota baru yang berkelanjutan, simbol identitas nasional serta penggerak ekonomi negeri di masa depan. Akses jalan yang kian terkoneksi diiringi dengan pembangunan kawasan, baik pemerintahan hingga bangunan umum, yang akan menunjang berlangsungnya aktivitas kenegaraan dan kemasyarakatan. Ibu Kota Nusantara dirancang sebagai kota baru yang cerdas dan hijau, mengedepankan prinsip ramah lingkungan.Juga sebagai kota yang berorientasi pada manusia (human centered) layak huni dan inklusif. Kota IKN yang berinfrastruktur modern dan berkelanjutan.
Visi IKN sesuai dengan basic design, yang terintegrasi dengan masterplan IKN (Rencana Induk Terintegrasi) dan rencana sektoral lain seperti transportasi, energi, kawasan lindung, minim jejak karbon, hemat energi, dan berbasis sumber daya lokal, merupakan visi keberlanjutan. Smart system ready dengan infrastruktur yang siap terintegrasi, dengan sistem digital dan sensor. Modular dan scalable dengan inovasi, yang dapat dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan. Juga kota yang berbasis data spasial, dan sistem informasi geografi (GIS).

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur, memastikan pembangunan infrastruktur keciptakaryaan menjadi komponen penting, dalam mendukung kebutuhan dasar penduduk, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota secara keseluruhan. Hal tersebut, sesuai dengan amanat UU No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.
Plt. Kepala Balai (Kabalai) Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Timur (saat artikel ini ditulis), Didik Wahyudi menjelaskan, bahwa proyek yang dibangun oleh BPBPK Kaltim di IKN khususnya tahap pertama, adalah proyek yang terbagi menjadi beberapa sektor, yaitu: Penataan Bangunan, Prasarana Air Minum dan Sanitasi, serta Kawasan. “Pembangunan baru tahap kedua dan selanjutnya ke depan, akan dilaksanakan oleh Otorita IKN khususnya untuk bangunan legislatif dan yudikatif,” jelasnya. Untuk Sektor Penataan Bangunan mencakup ; Pelaksanaan Proyek Istana Negara, Istana Garuda, Kantor Sekretariat Presiden, Kantor Kementerian Koordinator 1,2, 3, dan 4, Kementerian Sekretariat Negara, Kantor Otorita IKN, dimana bangunan ini semua sudah selesai konstruksi. Sementara untuk Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, Basilika, Kantor Kementerian PU Wing 1 dan Wing 2 kini sedang proses pembangunan (Wing 2 dan Basilika Nusantara selesai 31 Desember 2025 lalu)……[]HS.
