
*Gedung WING 2 Kantor Kementerian Pekerjaan Umum di IKN – Bangunan Canggih dan Terintegrasi*
Dirancang sebagai pusat kendali dan operasional utama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Gedung Wing 2 bagian dari komplek Kantor Kementerian PU, terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.
PT PP – Brantas Abipraya KSO, mengemban tugas sebagai pelaksana Paket Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Proyek Pembangunan Bangunan Gedung Wing 2 dan Kawasan Kantor Kementerian PU di IKN. Kantor Kementerian PU ini, memiliki dua bagian utama yaitu Gedung Wing 1 dan Wing 2. Waktu pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Kementerian PU Wing 2 selama 720 hari kalender, dimulai pada 31 Desember 2023 hingga 31 Desember 2025 .
Project Manager (PM) PT. PP – Brantas Abipraya KSO, Paket Konstruksi Wing 2 Gedung PU di IKN, Aprit Aditya, menjelaskan skup pekerjaan yang PT. PP – Brantas Abipraya KSO laksanakan, untuk Penataan Kawasan meliputi ; Pekerjaan Umum Lanskap, Pekerjaan Tata Pencahayaan Kawasan, Pekerjaan Tata Letak Informasi dan Rambu Pengarah, Pekerjaan Perkerasan Area, Jalan dan Akses, Pekerjaan Multi Utility Tunnel (MUT) Internal Kawasan, Pekerjaan Penataan Riparian ( upaya pengelolaan dan pemeliharaan wilayah tepi sungai, danau, atau badan air lainnya untuk menjaga fungsi ekologisnya – red), dan Pekerjaan Sistem Drainase. Pembangunan gedungnya mencakup : Pekerjaan Konstruksi Arsitektur, Pekerjaan Konstruksi Struktur, Pekerjaan Geoteknik (struktur bawah), Pekerjaan MEP (utilitas bangunan), Pekerjaan Selubung Fasad Bangunan, Pekerjaan Lansekap.
Sebagai fungsi bangunan perkantoran yang memiliki potensi zona gempa yang tinggi, sistem struktur gempa yang digunakan adalah Sistem Rangka Penahan Momen Khusus. Dengan bangunan dimodelkan sebagai bangunan yang suspended, dimana struktur dapat menopang bangunan itu sendiri tanpa adanya tumpuan langsung ke tanah. Komponen struktur yang digunakan adalah beton bertulang dan pondasi menggunakan bored pile.
PM Aprit menekankan, latar belakang dipilihnya sistem SRPMK adalah area zonasi gempa area IKN atau Kalimantan ini, sebenarnya memiliki Zona Rendah. Namun, karena IKN berdiri pada struktur lempengan sesar tua pada bagian dasar, menjadikan area ini didesain dengan zona gempa yang tinggi. Kemudian, sistem struktur suspended ini didesain karena IKN memiliki tanah clay shale, yakni tanah yang terbuat dari batuan sedimen tetapi cenderung akan mengalami perubahan volume (menyusut dan mengembang) saat terpapar oleh lingkungan luar (air dan udara). Kedua hal tersebut menjadi perhatian, diutamakan sebagai pencegahan risiko yang dapat terjadi pada masa proyek dan masa operasional bangunan. Fungsi bangunan utama adalah bangunan perkantoran, sehingga penetapan sistem dan desain struktur tetap mengacu menggunakan pembebanan (beban mati dan beban hidup), dengan fungsi perkantoran menurut SNI 1727 : 2020.
PM Aprit mengungkapkan, tak lepasnya kendala dari konsep rancangan, bagaimana mengimplementasikan unsur-unsur karakter pada unit organisasi menggunakan element tersier. Tidak ditonjolkan dari fasad bangunan, tetapi dari penempatan pada area gedung yang mengandung unsur pada unit organisasi tersebut. Secara pekerjaan global, kendala teknis yang dihadapi adalah di daerah sekitar proyek masih banyak pekerjaan-pekerjaan proyek lainnya yang sedang berjalan. Sehingga, banyak koordinasi yang harus dilakukan untuk menyamakan desain antar paket dan menghindari terjadinya clash.
Saat puncak-puncaknya pembangunan terjadi kelangkaan material terutama material beton, dimana semua proyek juga mengambil dari batching plant yang tersedia di area IKN. Namun, dengan terorganisasi dan terencananya planning team hal tersebut bisa dicegah di awal. Sedangkan kendala non teknis, yakni lingkungan dan cuaca di area proyek tidak menentu. Disamping itu, area IKN yang jauh membuat perjalanan harus melewati jalan yang masih berupa tanah dan lumpur. Sehingga, seringpula menghambat pengiriman barang. ………. [] HS.
