majalahteknikkonstruksi.com – Kabupaten Bogor, 17 Juli 2026

*Jembatan Kaca Terpanjang di Indonesia*

Proyek Pembangunan Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi dibangun untuk menjadi salah satu objek wisata baru infrastruktur Pekerjaan Umum. Berlokasi di atas area Bendungan Sukamahi Kabupaten Bogor, merupakan Jembatan Kaca terpanjang di Indonesia, dan saat ini (akhir Maret 2026-red) tengah dalam proses pengerjaan. Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi berupa konstruksi jembatan gantung dengan tingkat keamanan yang tinggi, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan saat operasional oleh pengguna. Sehingga, bermanfaat sebagai obyek wisata baru dan pengetahuan infrastruktur ke-PU-an. Pembangunan Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN DKI Jakarta – Jawa Barat tersebut, dirancang sebagai jembatan gantung dengan dua bentang utama sepanjang 65 meter dan 210 meter, dilengkapi sistem counterweight (CW1 dan CW2) sebagai penyeimbang gaya tarik kabel. Tentunya, menggunakan kaca sebagai material khas dari jembatan ini.
Jembatan Kaca yang nantinya bakal menjadi salah satu destinasi wisata ini, diharapkan bisa menambah nilai pendapatan bagi masyarakat sekitar, dan menjadi salah satu objek eduwisata tentang pengetahuan mengenai desain maupun konstruksi teknologi non standar, yakni penggunaan kaca pada jembatan. Disamping material kaca, juga memiliki unsur estetika yang baik, serta mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Sementara itu, terkait penentuan keterlibatan konsultan dan kontraktor di proyek ini, Kasatker PJN Wil V Jabar, I Made Gede Widhiyasa menjelaskan ; ”Sistem seleksi yang digunakan, untuk menentukan keterlibatan konsultan dalam perencanaan dan keterlibatan kontraktor di proyek Pembangunan Jembatan Kaca ini, dilakukan dengan sistem tender. Sehingga, didapatkan penyedia jasa yang berkompeten.” Adapun terkait perubahan ataupun penambahan desain perencanaan, Kasatker menjelaskan ; ”Secara umum pelaksanaan pembangunan Jembatan Kaca ini, dilakukan sesuai desain perencanaan. Namun, terdapat beberapa perubahan item pekerjaan, sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan konstruksi di lapangan.”
*Addendum Penambahan Waktu*
PPK 5.3 Provinsi Jawa Barat, Pietoyo Larastomo menjelaskan ; ”Proyek Pembangunan Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi berkontrak pada tanggal 10 September 2024, dengan sumber dana APBN. Nilai kontrak awal Rp. 185.066.296.024 (MultiYears Contract). Namun, selanjutnya terdapat perubahan kontrak (Addendum) penambahan waktu.” Lanjut PPK Pietoyo Larastomo ; ”Dengan adanya Addendum penambahan waktu tersebut, sehingga yang semula berakhirnya kontrak pada tanggal 31 Desember 2025, diperpanjang menjadi 16 Mei 2026. ”
Spesifikasi umum dari Proyek Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi antara lain : Dibangun dengan pondasi bored pile, dan struktur counterweight, serta abutmen beton mass concrete, dengan Pylon 1 struktur beton dan baja pelengkung, Pylon 2 beton, menggunakan kabel utama penggantung IWRC (wirerope) hanger baja mutu tinggi. Selain itu, lantai jembatan steel box deck dengan penggunaan wood plastic composite (wpc) dan lantai kaca 3 lapis. “Proyek ini dilaksanakan rencana dengan jadwal pelaksanaan awal selama 478 hari kalender, dan dilakukan addendum perpanjangan waktu pelaksanaan menjadi 614 hari kalender. Saat ini progress tanggal 19 Februari 2026 telah mencapai 91%, dengan target penyelesaian di bulan Mei 2026,” ungkapnya.
*Pelaksanaan Konstruksi*
Project Manager (PM) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Bismayoedi Wangsahadisapoetra menjelaskan; ”WIKA mulai melaksanakan pekerjaan, berdasarkan Kontrak dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tertanggal 10 September 2024. Sistem kontrak yang digunakan adalah unit price, dengan skema monthly progress payment. Nilai kontrak awal Rp 166.726.392.814,- (diluar PPN). Seiring perkembangan pekerjaan dan penyesuaian lingkup pekerjaan dilakukan addendum kontrak. Sehingga, nilai kontrak proyek Rp 178.735.521.643,- (diluar PPN).”
Ruang Lingkup Pekerjaan dan Metode Pelaksanaan Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi, dirancang sebagai jembatan gantung dengan dua bentang utama sepanjang 65 meter dan 210 meter, dilengkapi sistem counterweight (CW1 dan CW2) sebagai penyeimbang gaya tarik kabel. Ruang Lingkup Utama Pekerjaan di proyek ini mencakup : Pekerjaan pondasi bored pile, pekerjaan Substructure (pile cap, pylon, counterweight), pekerjaan Struktur Baja, pekerjaan Sistem Jembatan Gantung (wire rope, hanger, steel deck), dan pemasangan lantai kaca, serta pekerjaan Arsitektural dan Finishing. “Selain struktur utama, pekerjaan di proyek ini juga mencakup : Pekerjaan Beautifikasi Landscape dan Mural jembatan, serta pekerjaan Bangunan Penerima (Area Ticketing). Juga pekerjaan di Area Plaza 2, yang terdiri dari Toilet dan Amphitheatre,” jelas PM Bismayoedi Wangsahadisapoetra . [] Zn/US.
