majalahteknikkonstruksi.com – IKN Kalimantan Timur 06 April 2026

*Memperluas Akses Ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan*

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim ), melaksanakan Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku Segmen 4, yang merupakan jalan nasional untuk akses utama. Paket Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 ini, merupakan akses jalan logistik yang menghubungkan antara Jalan Lingkar Sepaku 4, Jalan Kawasan Hankam, dan Jalan Lingkar Sepaku 3, menuju KIPP. Pada akses jalan ini, terdapat beberapa persil – persil penting yaitu Rusun BIN dan POLRI, Hunian Vertikal TNI, Rusun Paspampres, Kawasan Legislatif, Kawasan Komersial NSB (Nusantara Super Block), serta Sekolah Bina Bangsa. Selain itu, akses Jalan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 ini bisa membantu mengurangi volume lalulintas menuju KIPP, dari akses jalan utama di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur. Demikian disampaikan Kepala Balai (Kabalai) Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) , Yudi Hardiana, ST, MT.

Adapun Studi kelayakan terkait proyek Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku Segmen 4, menunjukkan bahwa pembangunan jalan tidak hanya layak dari sisi teknis. Namun, juga memberikan manfaat besar bagi pembangunan dan pengembangan wilayah, di kawasan Ibu Kota Nusantara secara keseluruhan. Terjadinya peningkatan konektivitas dari dan menuju KIPP, khususnya Kawasan Strategis Pemerintahan, Kawasan Hankam, Kawasan Legislatif, serta Kawasan Komersial NSB, menjadikan ruas jalan ini sebagai urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi di Kawasan IKN dan sekitarnya. Terjadinya peningkatan konektivitas dari dan menuju KIPP, khususnya Kawasan Strategis Pemerintahan, Kawasan Hankam, Kawasan Legislatif, serta Kawasan Komersial NSB, menjadikan ruas jalan ini sebagai urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi di Kawasan IKN dan sekitarnya.

Sementara itu, Kasatker IKN 1 BBPJN Kalimantan Timur, David Rachmat Prabowo S.T, M.Sc., menjelaskan bahwa Paket Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Ling kar Sepaku 4 ini, masuk dalam tahap perencanaan pada akhir tahun 2023 termasuk gambar DED, dan dilakukan pemutakhiran terkait HPS (Harga Perkiraan Sendiri) di awal tahun 2024. Sebelum pembukaan lelang, dilakukan pembahasan HPS bersama dengan Tim Teknis dari tingkat Balai hingga Tim Teknis tingkat Direktorat, untuk memastikan gambar dan perkiraan anggaran sudah sesuai, serta anggaran yang tersedia bisa tepat fungsi, untuk mengakomodir pekerjaan – pekerjaan di lapangan . Selain itu, dokumen – dokumen lelang juga dilakukan pembahasan bersama Tim Advis Hukum Kementerian Pekerjaan Umum dan Tim Pelaksana Pengadaan Barang / Jasa Konstruksi Bidang Infrastruktur Ibu Kota Negara (TPBJK IKN). Pengadaan dilakukan melalui TPBJK IKN, dengan metode pemilihan prakualifikasi, Dua File, Sistem Harga Terendah Ambang Batas, dan Kontrak Harga Satuan. Proses lelang dimulai pada April 2024, dan paket berkontrak pada tanggal 02 Oktober 2024. Sementara itu, Spesifikasi Teknis yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan di proyek Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 ini, masih menggunakan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Rev.2.

PPK IKN 1.4 BBPJN Kalimantan Timur, Tony Kusumo Wijayanto, S.T, M.T., menambahkan bahwa Kontraktor Pelaksana di proyek Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku Segmen 4 ini, adalah PT. Wijaya Karya dan PT. Permata Maju Jaya, KSO (WIKA-PMJ, KSO). Nilai kontrak awal pekerjaan kontraktor Rp1.499.436.158.000,00 mengalami penyesuaian menjadi Rp1.511.389.424.000,00. Sedangkan sebagai Konsultan Supervisi adalah Gunung Giri Engineering Consultant – Mitrapacific Consulindo International – Gerbangraja Mandiri, KSO (GGEC – MCI – GM, KSO). Kontrak awal paket Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku Segmen 4 ini, selama 600 (enam ratus) hari kalender, dan mengalami penyesuaian bertambah menjadi 805 (delapan ratus lima) hari kalender. Saat ini pekerjaan di lapangan memasuki minggu ke 74 (07 Maret 2026). ”Terkait perkembangan desain, dalam masa pelaksanaan pekerjaan terjadi beberapa kali penyesuaian, dengan kondisi di lapangan dari desain awal. Hal tersebut dilakukan, dalam rangka pencapaian pelaksanaan pekerjaan yang tepat mutu, tepat guna, tepat waktu, dan tepat biaya,” ungkap PPK Tony. Sementara itu, pada paket ini juga ada penanganan jembatan permanen menggunakan jembatan Girder Beton terintegrasi dengan MUT. Menurutnya, jenis jembatan ini merupakan yang pertama diterapkan di IKN. [] Zn/US.
