majalahteknikkonstruksi.com – Kalimantan Timur 19 Desember 2025

*Proyek Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2: Segmen KKT Kariangau – Sp. Tempadung*
Kontraktor Pelaksana WIKA-WASKITA-JAKON-PP, KSO

Jalan Tol Seksi 3B-2: Segmen penghubung KKT Kariangau hingga Simpang Tempadung, menjadi salah satu proyek infrastruktur jalan vital di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang nantinya akan mempercepat konektivitas menuju kawasan IKN.
Pelaksanaan fisiknya terus berprogres dalam semangat keberlanjutan dan keterlibatan sosial. Sejak Desember 2023, Pemerintah mempercayakan WIKA-WASKITA-JAKON-PP, KSO., sebagai pelaksana konstruksi untuk Paket Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2: Segmen KKT Kariangau – Sp. Tempadung. Sistem Kontrak di proyek ini, menggunakan sistem Kontrak Harga Satuan, besaran nilai kontrak WIKA-WASKITA-JAKON-PP, KSO. Rp 2.663.363.557.000 (include PPN).

Project Manager (PM) Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2, Ari Mardika Yadi menjelaskan, bahwa lingkup pekerjaan yang ditangani mencakup ; Pembangunan Elevated Pile Slab sepanjang 1.260 KM, berada di 3 lokasi yaitu di STA 6+949 – STA 7+301 (350 m), STA 7+600 – STA 7+800 (200 m) dan STA 9+200 – STA 9+880 (680 m). Struktur ini memiliki 2 lajur lalu-lintas untuk STA 6 dan STA 7, 3 lajur lalu-lintas untuk mainroad di STA 9. Lebar lajur pada mainroad adalah 12.4 meter, bahu luar 3.4 meter, bahu dalam 1.5 meter, dan 0.5 meter untuk lebar masing-masing parapet.
Selanjutnya, Pembangunan Interchange KKT Kariangau 1 Lokasi. Interhange ini untuk mengakomodir pergerakan lalulintas dari jalan nasional di sekitar kawasan pelabuhan KKT Kariangau, menuju tol IKN ke Balikpanan dan KIPP serta arah sebaliknya. Panjang penanganan ruas ini adalah sepanjang 9853 meter, untuk struktur at grade 2700 meter, struktur slab on pile 5075 meter, struktur PCI girder 1860 meter, struktur elevated dan struktur overpass sepanjang 218 meter, yang memiliki 3 bentang dari struktur komposit steel box girder dan beton bertulang.
Lokasi interchange ini, juga dilengkapi dengan gerbang tol. Juga dibangunnya Jembatan Satwa 2 unit, lokasi yang terletak di STA 8+325 dan STA 10+025 agar satwa di sekitar jalan tol tetap dapat melintas. Sehingga, ekosistem dan kelestarian dapat terjaga. Jembatan Satwa ini, merupakan struktur pelengkung selebar 25.26 meter dan tinggi 12.71 meter, terbuat dari struktur komposit antara corrugated steel plate tebal 8 mm dan beton bertulang setebal 1 meter.
“Digunakan fondasi bored pile, timbunan menggunakan struktur beton ringan dan tanah timbunan, serta dilengkapi dengan vegetasi agar terjaga kealamiahannya serta dipasang pagar pengaman, agar satwa tidak jatuh atau masuk ke dalam area mainroad,” jelas PM Ari Mardika Yadi. Secara umum, prioritas pekerjaan ini adalah pekerjaan yang berada di area mainroad yaitu area elevated pile slab dan jembatan satwa, karena ini merupakan prioritas pekerjaan yang segera difungsionalkan. Kemudian, prioritas berikutnya adalah pekerjaan interchange, baik yang bersinggungan dengan mainroad maupun akses menuju dan dari jalan nasional.
“Untuk tahapan pekerjaan struktur elevated pile slab, dimulai dari mobilisasi sumber daya, pemancangan precast concrete spun pile diameter 80 cm, pekerjaan pile head, pemasangan half slab dan cor lantai insitu, pekerjaan parapet, pengaspalan, expansion joint, marka dan pekerjaan minor lainnya,” ujarnya. Untuk pekerjaan jembatan satwa, dimulai dari pekerjaan mobilisasi sumber daya, pekerjaan bored pile, pekerjaan pile cap, pemasangan corrugated steel plate tebal 8 mm, pemasangan perancah dan pekerjaan cover beton tebal 1 meter, pekerjaan timbunan mortar busa ringan, timbunan tanah, vegetasi dan juga railing / pengaman. Kemudian pada pekerjaan overpass, dimulai dari tahap pekerjaan mobilisasi sumber daya, pekerjaan bored pile, pekerjaan pile cap, pekerjaan kolom, pekerjaan pier head, pemasangan steel box girder atau precast concrete Girder, pekerjaan lantai insitu, pekerjaan parapet, pengaspalan dan expansion joint, marka dan pekerjaan minor lainnya. []HS.
Baca juga :
Ruas Strategis Tol Akses Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Menuju Fungsional – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.
Modernitas Jalan Kawasan West Residence IKN – PT. PP-MWT-SBS, KSO.
