majalahteknikkonstruksi.com – IKN 21 Agustus 2026


*Penghubung antara Kota Balikpapan ke IKN dan Sebaliknya*
Proyek Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 Segmen KKT Kariangau – Sp.Tempadung, dilaksanakan dengan skema kerjasama operasi (KSO) oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk – PT Jaya Konstruksi Tbk (Jakon) – PT PP (Persero) Tbk. Proyek ini merupakan salah satu ruas jalan tol penghubung antara Kota Balikpapan menuju IKN atau sebaliknya. Proyek Jalan Tol IKN 3B-2 berada satu lokasi dengan proyek Jalan Tol IKN 3B-1 yang telah selesai, dan berbatasan langsung dengan paket jalan tol lainnya yaitu Paket Jalan Tol 3A dan Paket Jalan Tol 5A.
Pembangunan Jalan Tol antara Balikpapan dan IKN sepanjang 47 km, akan mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Balikpapan menuju kawasan inti IKN, yang semula memakan waktu 2,5 jam akan menjadi 30 menit saja. Tol ini nanti juga akan menghubungkan Bandara Udara Nusantara ke KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan) IKN dalam waktu 15 menit. Diantara proyek pembangunan jalan tol tersebut, salah satunya proyek pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 ; Segmen KKT Kariangau – SP. Tempadung sepan- jang ± 7,3 km.

Ir. Arief Daru Wibawanto , ST., MT., Project Manager (PM) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk -PT Jaya Konstruksi Tbk (Jakon) – PT PP (Persero) Tbk, (KSO)., menjelaskan ; “Proyek Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 Segmen KKT Kariangau – SP Tempadung, dimulai pelaksanaannya sejak tanggal 21 Desember 2023. Item pekerjaan di proyek ini meliputi : a) Pekerjaan Struktur sebesar 88.23 %. b) Pekerjaan Tanah sebesar 3.59%. c) Pekerjaan Aspal sebesar 2.32%. d) Pekerjaan Drainase sebesar 2.30%. e) Pekerjaan Harian dan lain-lain sebesar 1.71%. f) Pekerjaan Perkerasan 1.02%. g) Biaya Umum sebesar 0.82%.”
Seperti pada umumnya proyek-proyek infrastruktur, akan mengalami perubahan ataupun penambahan desain disesuaikan kondisi di lapangan saat pelaksanaan proyek. Begitupula yang terjadi dalam pelaksanaan proyek ini. Ada beberapa penambahan desain, yang terkait kondisi aktual di lapangan. Sementara itu, kondisi tanah di Kalimantan yang mengakibatkan perlunya penanganan khusus. Hal tersebut, guna mengantisipasi kegagalan konstruksi dengan penambahan beberapa ‘Dinding Penahan Tanah’ di beberapa titik rawan, dari hasil pengujian tanah yang telah dilakukan.

Proyek Pembangunan Jalan Tol IKN 3B-2 Segmen KKT Kariangau- Sp.Tempadung, dalam pelaksanaannya menggunakan teknologi khusus. Antara lain ; Penggunaan Corrugated Steel Plate setebal 8 mm pada struktur Jembatan Satwa, yang selain berfungsi sebagai bekisting pada saat pelaksanaan untuk struktur beton Arc Slab ( Beton Pelengkung ) setebal 1 meter juga berperan sebagai struktur komposit satu kesatuan dengan struktur Beton Pelengkungnya. Penggunaan teknologi khusus berikutnya, yakni Penggunaan Mortar Busa yang mempunyai berat jenis 0,8 ton / m³ yang sangat ringan bahkan lebih kecil dari berat jenis air, yang apabila benda uji beton tersebut diceburkan ke air beton tersebut akan mengapung. Hal ini dilakukan untuk bisa mengoptimasi berat struktur yang diterima, oleh Pondasi Jembatan Satwa yang memberikan optimasi berat struktur sebesar 31200 ton, dibanding menggunakan tanah timbunan biasa sehingga didapatkan optimasi struktur pondasi yang cukup besar.

Proyek Jalan Tol IKN 3B-2 Segmen KKT Kariangau – Sp.Tempadung dijadwalkan selesai selama 1107 hari, sejak pertama dimulai setelah melewati beberapa kali addendum. Progres proyek saat ini, per tanggal 17 Juli 2026 sebesar 95.052% dengan rencana progres diangka 92.484 %. “Proyek bisa berjalan secara On Track Schedule tentunya diperlukan kolaborasi semua pihak, terutama internal kontraktor. Kita selalu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala serta rutin, demi memastikan Project On Track On Budget,” pungkas Ir. Arief Daru Wibawanto, ST., MT. [] Zn/US.
