majalahteknikkonstruksi.com – Kalimantan Timur 23 Juni 2025

*Pelaksanaan Proyek Jalan Bebas Hambatan /JBH IKN Seksi 6A*
Project Manager Adhi Karya – Surya Bakti Group- Laut Permata (KSO),Ir. Budi Hariyanto, MM., menjelaskan ; “Lingkup pekerjaan paket Pembangunan Jalan Bebas Hambatan (JBH) Seksi 6A, terdiri dari : Pembangunan Jalan dengan panjang 4.126,5 m, dan pembangunan Jembatan sepanjang 236 m, serta pembangunan Slab On Pile sepanjang 1.437,5 m. Berikutnya, pembangunan Overpass dengan panjang 240,5 m. Sementara progres pada lingkup pekerjaan di paket Pembangunan JBH Seksi 6A ini, mencapai 70,452 % per tanggal 9 Juni 2025.”

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan di lapangan saat ini, lanjutnya, sebagai berikut: a).Pembangunan Jalan, meliputi pekerjaan galian tanah, timbunan tanah, agregat dan aspal. Kemudian, b). Pembangunan Jembatan, meliputi pekerjaan persiapan erection girder pada sisi kanan dan pekerjaan pile cap, pierleg, pierhead pada sisi kiri. c). Slab On Pile, meliputi pekerjaan install slab precast, joint slab, dan pengecoran dinding parapet. d). Pembangunan Overpass, meliputi pekerjaan pier head pada Overpass 1 dan pekerjaan borepile pada Overpass 2.
Menurutnya, paket pembangunan JBH Seksi 6A memiliki penambahan penugasan, pada lingkup preservasi sejumlah 3 (tiga) ruas, yaitu pada lokasi Jalan Akses TPK Kariangau, Sp Riko -Tanjakan Polewali – Jembatan Trunen, dan Kademan (Batas Kab. Paser) Penajam, untuk menunjang konektivitas pada bulan Agustus 2024 lalu. Sementara itu terkait perubahan desain, Budi Hariyanto mengungkapkan ; Pertama, berdasarkan hasil soil investigasi dan material properties yakni tanah pada lokasi STA 1+150 – STA 1+500 yang direncanakan sebagai at grade tidak dapat dikerjakan, dikarenakan tanah pada lokasi tersebut akan menjadi tanah dengan timbunan tinggi (H > 7 meter). Sehingga, dilakukan perubahan desain yang semula At Grade, menjadi Elevated (Slab On Pile).
Kedua, karena adanya rencana embung di lokasi At Grade STA 5 + 500 – STA 5 + 750, maka terjadi perubahan desain yang semula At Grade menjadi Elevated (Slab On Pile). Dan ketiga, terdapat perbedaan data eksisting ground antara Rencana Teknik Akhir (RTA) dengan Lidar Review Desain. Perbedaan tersebut, paling tinggi sekitar +22 meter. Sehingga, diperlukan penyesuaian alinyemen vertikal terhadap data lidar lapangan. Hal ini, dilakukan agar kebutuhan galian dan timbunan antara RTA dan Review desain tidak terlalu jauh berbeda. Adapun masalah kesulitan material, Manajer Proyek JBH Seksi 6A ini mengatakan, yaitu kesulitan mendapatkan material alam berupa batu pecah dan agregat. Hal ini, dikarenakan kebutuhan material tersebut pada proyek IKN sangat penting, untuk pekerjaan penghamparan agregat dan pekerjaan beton, maupun pekerjaan aspal.
Untuk mengatasi segala masalah di lapangan, ungkapnya, agar mencapai progres yang direncanakan yaitu dengan menerapkan metode / teknik dalam peningkatan kapasitas produksi di lapangan, antara lain : a). Pelaksanaan pekerjaan struktur di lapangan berlangsung selama 2 (dua) shift, dari pukul 07.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA. Pelaksanaan pekerjaan tanah di lapangan, berlangsung selama 3 (tiga) shift dari pukul 07.00 WITA hingga 04.00 WITA. Dan, b). Pembagian rekanan struktur yang tidak bersinggungan, atau yang tidak memerlukan overlap dalam pekerjaan struktur tersebut. Kemudian, c). Melakukan pendekatan kepada warga pada lahan yang belum bebas, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan. [] US.
Baca juga :
Pembangunan Jalan Bebas Hambatan IKN 6A-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur
