majalahteknikkonstruksi.com – Kabupaten Probolinggo, 25 Agustus 2025

* Ruas Pamungkas Ujung Timur Tol Trans Jawa *

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (PT JPB) – Adi Prasetyanto menjelaskan, bahwa Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi menghubungkan tiga kabupaten sisi timur Provinsi Jawa Timur, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Banyuwangi. Dengan adanya tambahan lingkup penugasan dari Pemerintah untuk Ruas Simpang Susun (SS) Gending – Probolinggo sepanjang ± 3,88 km, maka panjang Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi kini menjadi ± 175,78 km. Penambahan lingkup tersebut, berdasarkan Berita Acara Evaluasi Perubahan Rencana Usaha Pengusahaan Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi No. 86/BA/Pt.6/2022 tanggal 19 Oktober 2022, dan Akta Amandemen II PPJT Probolinggo – Banyuwangi nomor: 32 tanggal 24 Januari 2023.
Dirut Adi menjabarkan, lingkup konstruksi Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi telah disepakati untuk dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap 1, yang mencakup pembangunan dari Simpang Susun Gending sampai dengan Simpang Susun Besuki. Pembangunan Tahap 1, jalan tol ini dimulai dari Desa Pendil (STA -3+881) Kabupaten Probolinggo, yang tersambung langsung dengan Jalan Tol Pasuruan Probolinggo yang saat ini telah beroperasi, menuju ke arah timur sampai dengan pertemuan dengan Seksi 4 Besuki – Situbondo (STA 45+800), yang masuk dalam pembangunan Tahap 2.
Untuk spesifikasi pekerjaan, konstruksi Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi mengikuti Spek Umum Dirjen Bina Marga Tahun 2020, yang meliputi pekerjaan pembersihan tempat kerja, pembongkaran, pekerjaan tanah dan geosintetik, galian struktur, drainase, penyiapan tanah dasar, lapisan pondasi agregat dan lapisan pondasi agregat semen, perkerasan, struktur beton, pekerjaan baja struktural, pekerjaan lain-lain, pencahayaan, lampu lalu-lintas dan pekerjaan listrik, plaza tol, relokasi utilitas dan layanan yang ada, kantor dan fasilitas tol, dan pekerjaan harian.
Nilai investasi proyek ini, ditentukan melalui proses penentuan perkiraan biaya konstruksi melalui tiga tahapan yang dilalui, yaitu tahap awal proyek, tahap ROW Plan dan tahap detailed engineering design. Perkiraan biaya dikeluarkan pada setiap tahap sebagai checking terhadap biaya investasi, yang telah ditentukan oleh pihak Investor / BUJT (dalam hal ini PT JPB) dan BPJT. Dalam laporan ini, yang akan disajikan adalah Perhitungan Kuantitas dan Perkiraan Biaya, pada tahap detailed engineering design. Pada tahap ini, dilakukan penetapan harga satuan yang sudah disetujui Pemberi Tugas, dan perhitungan kuantitas pekerjaan berdasarkan gambar rencana yang sudah disetujui oleh Pemberi Tugas. Sehingga, menghasilkan Biaya Konstruksi yang tingkat akurasinya lebih baik, dibandingkan dengan tahap sebelumnya.
Sebelum konstruksi, Dirut Adi menekankan, proyek Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi telah menjalankan studi kelayakan di 2017. Riset lingkungannya, pada ruas rencana Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi pada umumnya melewati sawah, perkebunan, tegalan, pemukiman, industri. Serta akan melintas Jalan Nasional/Lokal, sungai, irigasi, jaringan tansmisi, dan utilitas lainnya. Tidak dijumpai hutan atau kawasan lindung cagar budaya, yang harus dilindungi.
[]HS/US.
Baca juga :
Kontraktor Adhi–Abipraya–MKN (KSO) Pelaksana Proyek Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi Paket I
Baca juga :
Kontraktor PP-Waskita-Wika(JO) Pelaksana Proyek Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket III
