majalahteknikkonstruksi.com – Kabupaten Blora, 25 September 2025
*PEMBANGUNAN BENDUNGAN CABEAN
Dibangun di Wilayah Rawan Kekeringan*

Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana,terus mempercepat pembangunan Bendungan Cabean terletak di Desa Karanganyar dan Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Infrastruktur Sumber Daya Air ini dibangun di wilayah yang rawan kekeringan. Sehingga, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau panjang.
Pembangunan Bendungan Cabean ini, bertujuan menyediakan air baku 127 liter / detik, dengan rincian pemanfaatan untuk Kabupaten Blora sebesar 27 liter/detik dan Kabupaten Pati sebesar 100 liter/detik. Juga mereduksi banjir di Kecamatan Todanan, dengan debit kala ulang Q50 sebesar 4,11 m³/detik mampu mengamankan seluas 5,32 hektar (±100 KK). Disamping itu, juga sebagai potensi pemanfaatan 20% luasan genangan, untuk PLTS Apung sebesar 10 MW. Mendukung pengembangan Wisata Air dan Agrowisata di Kabupaten Blora. Pemenuhan Kebutuhan Irigasi D.I Karanganyar, Kabupaten Blora sebesar 80 hektar (Pola tanam Padi-Padi-Palawija), meningkatkan Index Pertanaman 300%.
Pembangunan Bendungan Cabean ini, dilatarbelakangi oleh kondisi Kabupaten Blora, yang memiliki intensitas hujan relatif rendah. Sehingga, ketersediaan air terutama pada musim kemarau, seringkali tidak mencukupi untuk kebutuhan irigasi dan air baku. Selain itu, di Wilayah Todanan, Kabupaten Blora pernah terjadi bencana banjir pada November 2022 silam, yang berdampak pada permukiman masyarakat dan menggenangi area pertanian serta mengakibatkan tiga warga meninggal dunia terseret arus sungai.Oleh karena itu diperlukan infrastruktur sumber daya air yang mampu menampung, mengatur, dan mendistribusikan air secara lebih optimal.

Dalam pelaksanaan pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, tentu ada sejumlah tantangan yang kami hadapi. Antara lain : Kondisi geografis dan geologi di lokasi pembangunan, yang memerlukan perencanaan teknis yang matang agar bendungan dapat selesai tepat waktu dan berfungsi optimal. Demikian disampaikan Kepala Balai (Kabalai) Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, ST, MT.
Lebih lanjut Kabalai Sudarto mengungkapkan ; “Proses pembebasan lahan mengalami kendala, yang membutuhkan koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, kabupaten, maupun masyarakat, termasuk kontraktor dan konsultan, agar proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat, yang sebesar-besarnya bagi Masyarakat Blora dan sekitarnya.” Sementara itu, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, lanjut kabalai, kami menempuh beberapa langkah strategis, antara lain : a).Dalam aspek teknis, kami melibatkan tenaga ahli dan melakukan kajian geoteknik yang mendalam, agar desain bendungan sesuai dengan kondisi geologi lapangan. Langkah strategis berikutnya, b).Terkait pembebasan lahan, kami membangun komunikasi yang baik, dengan masyarakat bersama Pemerintah Daerah dan Kabupaten, sehingga proses dapat berjalan transparan dan adil sesuai peraturan yang berlaku.
Apa harapan bapak selanjutnya, terkait dengan proyek Pembangunan Bendungan Cabean ?
“Harapan kami ke depan, pembangunan Bendungan Cabean dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu. Sehingga, manfaatnya benar – benar bisa dirasakan oleh masyarakat. Kami berharap outcome atau pemanfaatan Bendungan Cabean dapat tercapai, terutama untuk pemenuhan irigasi dan air baku, untuk mendukung program Pemerintah Pusat dalam upaya mencapai swasembada pangan, air dan energi.”
Hal senada disampaikan Yudi Kurniawan, ST, MMT ; “Sebagai Kepala SNVT (Kasatker) Pembangunan Bendungan II, pendapat saya bahwa Pembangunan Bendungan Cabean merupakan salah satu proyek strategis yang sangat penting. Khususnya, bagi masyarakat Kabupaten Blora dan sekitarnya. Bendungan Cabean ini, tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air baku dan irigasi, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian banjir yang akan memberikan perlindungan bagi masyarakat.”

Pembangunan Bendungan Cabean ini,sambung Kasatker Yudi, sejalan dengan visi Pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.Sehingga, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk mensukseskan Pembangunan Bendungan Cabean. Pembangunan Bendungan Cabean merupakan proyek strategis, tetapi juga penuh tantangan. Tantangan tersebut, mulai dari aspek teknis di lapangan, proses pembebasan lahan, hingga dinamika cuaca yang dapat mempengaruhi pekerjaan.
“Namun, kami percaya, bahwa dengan perencanaan matang, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, kontraktor, konsultan, dan dukungan masyarakat. Sehingga, seluruh tantangan tersebut dapat kita hadapi bersama,” ujarnya. Menurutnya, total kebutuhan lahan untuk pembangunan Bendungan Cabean sekitar 97,37 hektar. Masih ada kendala terkait pembebasan lahan, dan saat ini yang sudah dibebaskan masih sebatas di Kawasan Hutan dan Tanah Negara dengan luas 32,22 hektar.
PPK Pembangunan Bendungan Cabean, Rino Ari Wibowo, ST.M.Eng., menjelaskan bahwa Pembangunan Bendungan Cabean dilaksanakan dalam satu paket pekerjaan, dikerjakan oleh Kontraktor PT. Brantas Abipraya (Persero) – PT. Marfrijaya Abadi (KSO). Sedangkan untuk Konsultan Supervisi oleh PT. Vitraha Consindotama – PT. Barunadri Engineering Consultant – PT. Binatama Wirawredha Konsultan (KSO). Kontrak Pembangunan Bendungan Cabean ditandatangani pada tanggal 18 Desember 2023, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 499.648.462.000,00 (termasuk PPN).
Adapun rencana penyelesaian Pembangunan Bendungan Cabean, sampai saat ini masih sesuai dengan kontrak awal, dan juga ijin Multy Years Contract dari Kementerian Keuangan yaitu sampai tahun 2026. Masa pelaksanaan kontrak, mulai 20 Desember 2023 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. ”Terdapat kendala keterlambatan pengadaan lahan. Sehingga menyebabkan penyelesaian pekerjaan Pembangunan Bendungan Cabean kemungkinan besar akan mengalami keterlambatan pula,” ungkapnya. Jika pengadaan lahan dapat diselesaikan awal tahun 2026, maka Pembangunan Bendungan Cabean diharapkan dapat diselesaikan pada bulan Desember 2027.

Bendungan Cabean dirancang sebagai bendungan Urugan Zonal Random Tanah dengan Inti Tegak, setinggi 24 meter, panjang puncak 318 meter, dan lebar puncak 7 meter. Material utama tubuh bendungan menggunakan tanah pilihan, yang disusun secara zonal, dengan inti kedap air (impermeable core), yang diposisikan tegak di bagian tengah tubuh bendungan. “Desain ini dipilih, karena sesuai dengan kondisi geologi setempat, ketersediaan material urugan di sekitar lokasi, serta dinilai lebih efisien,” jelas Rino Ari Wibowo. .
[]US.
Baca juga : Kontraktor Pelaksana Pembangunan Bendungan Cabean, Abipraya – Marfrijaya, KSO
