majalahteknikkonstruksi.com – Semarang, 30 September 2025

*Pelaksanaan Proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1, Paket 1A*


Kontraktor Pelaksana Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Paket 1A adalah BUCG-Hutama Karya (JO). Adapun selaku General Superintendent dari BUCG – Hutama Karya(JO) yakni Shengyu Gao. Sementara itu, Deputy General Superintendent BUCG-Hutama Karya (JO), Hikmat Muttaqin menjelaskan terkait jadwal pelaksanaan proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Paket 1A, bahwa penandatanganan kontrak PT. Hutama Karya dengan mitra Kontraktor BUCG sudah berkontrak untuk konstruksi proyek Jalan Tol Semarang-Demak 1A pada tanggal 24 Januari 2022, dan mendapat ’Surat Perintah Mulai Kerja’ mulai 16 Januari 2023, dengan sistem kontrak Unit Price, dan sumber dana dari 15% RMP dan 85% Loan China. Total nilai kontrak Rp. 2.026.288.760.568,00 (Incl PPN 11%).
Lingkup Pekerjaan proyek Jalan Tol Semarang Demak 1A ini, lanjut Hikmat Muttaqin, yaitu mencakup : a) Pekerjaan Jembatan Kaligawe STA 0+250 s.d STA 0+525 untuk Lingkup Pekerjaan Hutama Karya. b) Pekerjaan Approach Elevated Freeway STA 0+525 s.d STA1+578, terbagi untuk lingkup pekerjaan Hutama Karya dan BUCG. Dan, c) Pekerjaan Pile Slab STA 8 + 314 s.d 10+394, untuk Lingkup Pekerjaan BUCG. Secara total BUCG dan PT. Hutama Karya mengerjakan 3,92 Km. Sedangkan PT.Hutama Karya melaksanakan lingkup pekerjaan, dengan total penanganan sepanjang 1,83 Km.
Sementara untuk progres per 27 Juli 2025, progress pekerjaan 1A (BUCG – Hutama Karya) berada di realisasi progres 70,722 % dari Master Schedule 71,304 %. “Dari kami, (BUCG – Hutama Karya) akan mengupayakan untuk percepatan progres, dengan menambah sumber daya pekerja dan melakukan pembagian shift waktu kerja tim menjadi 2 bagian (siang dan malam), agar dapat menambah waktu kerja dan mengefisienkan waktu pekerjaan,” ungkapnya. Disamping itu, jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam proyek ini, pada saat phase peak (puncak) mencapai 208 orang untuk PT. Hutama Karya.
Terkait kendala pelaksanaan di Paket 1A ini, ungkap Hikmat Muttaqin, yakni kendala pembebasan lahan yang belum clear untuk area Approach. Saat ini Owner (PU), sedang mengupayakan untuk segera dapat menyelesaikan pembebasan lahan ini pada akhir Desember 2025. Kendala lainnya, lanjutnya, lokasi area pekerjaan PT. Hutama Karya di area Jembatan Kaligawe, Approach dan Elevated berada ditengah-tengah dua Jalur Nasional, yang sangat dipadati oleh kendaraan besar, yang tujuannya ke arah Pelabuhan Tanjung Mas dan ke arah Demak. Sehingga, lahan kerja dan mobilisasi kendaraan alat berat sangatlah terbatas.[] Zain/US.
Baca juga : PEMBANGUNAN JALAN TOL SEMARANG DEMAK SEKSI 1, BBPJN Jawa Tengah – DI.Yogyakarta.
