majalahteknikkonstruksi.com – Jakarta , 17 November 2025

*PEMBANGUNAN JALAN TOL JAKARTA – CIKAMPEK II SELATAN
Mengurangi Beban Lalu-Lintas di Jalan Tol Eksisting*
Peningkatan volume kendaraan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek eksisting, memicu kebutuhan untuk memperluas kapasitas jalan tol yang menyediakan jalur alternatif. Oleh karena itu, Jalan Tol Jakarta – Cikampek ( Japek ) II Selatan dibangun sebagai solusi untuk mengurangi beban lalu lintas pada jalan tol eksisting. Sekaligus memperbaiki konektifitas antar wilayah, yang semakin berkembang di area Jakarta dan Jawa Barat.
*Tiga Junction Terintegrasi dengan Tol Lain*

Secara keseluruhan, proyek Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan menggunakan kombinasi Standar Internasional dan Nasional, untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam pekerjaan konstruksi jalan tol. Adapun pada proyek ini, terdapat 3 (tiga) Junction yang terintegrasi dengan jalan tol lainnya (Junction Jatiasih terintegrasi dengan Tol Lingkar Luar Jakarta, Junction Setu terintegrasi dengan Tol Cimanggis – Cibitung, dan Junction Sadang terintegrasi dengan Tol Cipularang). Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra.

Lebih lanjut Dirut Charles Lendra menjelaskan ; “Jalan Tol Jakarta – Cikampek II sepanjang 62 km berawal dari Jatiasih sampai dengan Sadang, merupakan alternatif terbaru yang ditawarkan untuk memecah kepadatan lalu-lintas yang terjadi di sepanjang Ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek eksisting.”
Rencana jalan tol ini, sambungnya, dimaksudkan untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, terutama kebutuhan industri yang berada di sepanjang koridor yang termasuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.
Sementara itu dalam hal desain jalan tol, menurut Dirut Charles Lendra, berbagai aspek terus dikawal dalam rangka menyesuaikan kondisi lapangan dan sosial. Desain konstruksi terus diupayakan, agar terus dapat menjaga efisiensi nilai investasi. PT Jasamarga Japek Selatan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Pekerjaan Umum agar pembangunan jalan tol tetap memenuhi persyaratan spesifikasi teknis dari pemerintah.
Dirut Charles Lendra mengungkapkan ; “Sampai dengan saat ini, kendala yang sering dijumpai selama pelaksanaan konstruksi proyek Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan, merupakan kendala pada pembebasan lahan termasuk di dalamnya fasos fasum yang harus direlokasi. Untuk fasos dan fasum, harus disediakan dan atau dibangunkan dulu penggantinya sebelum proses pekerjaan konstruksi bisa masuk.”
Selain itu, sambungnya, kendala dari sisi sosial lingkungan yaitu saat proses konstruksi sudah berjalan, warga setempat meminta adanya jalan penyeberangan/overpass / underpass, yang belum terakomodir saat penyusunan desain RTA. Untuk hal ini, biasanya warga setempat akan mengusulkan kepada Pemda dan akan dikeluarkan surat resmi dari Pemda, untuk permohonan jalan penyeberangan / crossing tersebut.[] US.
Baca juga :
Kontraktor Pelaksana Pembangunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan Paket 2A WIKA-PP-KMK-HKI, KSO.
Kontraktor Pembangunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan Paket 2B ADHI-ACSET, KSO.
