majalahteknikkonstruksi.com – Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, 1 Oktober 2025

* Pelaksanaan Proyek Pembangunan Bendungan Cabean *


Project Manager PT.Brantas Abipraya (Persero) – PT. Marfrijaya Abadi (KSO), Dimas Ade Hermawan ST, MT., menjelaskan bahwa Lingkup Pekerjaan Proyek Bendungan Cabean, dan progres pekerjaan per tanggal 9 September 2025 meliputi : Pekerjaan Persiapan progres 51,97%, pekerjaan Jalan dan Jembatan 42,49%, pekerjaan Bangunan Pengelak 41,36%, pekerjaan Intake 0%, pekerjaan Tubuh Bendungan 1,87%. Berikutnya, lanjut Dimas, progres per tanggal 9 September 2025 yakni Bangunan Pelimpah 0%, Hidromekanikal & Elektrikal 5,96%, pekerjaan Bangunan Fasilitas & Penunjang 14,19%, Penyelenggaraan SMKK 46,63%, dan pekerjaan lain-lain 0%.
Sementara itu tahapan pelaksanaan pekerjaan Struktur Bendungan Cabean, mencakup:Pekerjaan Persiapan dan Pengukuran, pekerjaan Galian Tanah, pekerjaan Concrete Lantai Kerja, pekerjaan Pembesian, pekerjaan Formwork, pekerjaan Concrete.
”Saat ini (9 September 2025-red), pekerjaan yang sedang kami kerjakan meliputi : Pekerjaan Jalan Akses, pekerjaan Bangunan Pengelak, pekerjaan Grouting, pekerjaan Bangunan Fasum. Sementara pekerjaan yang akan dilaksanakan selanjutnya, adalah pekerjaan Pipa Hidromekanikal yang saat ini sedang produksi. Sedangkan untuk pekerjaan Tubuh Bendungan dan Bangunan Pelimpah, akan mulai dikerjakan setelah proses pembebasan lahan warga selesai,” ungkap Project Manager proyek Pembangunan Bendungan Cabean ini.
Adapun kendala yang terjadi selama pelaksanaan proyek, Dimas mengungkapkan : “Kendala yang kami alami saat ini, terdapat lahan yang belum bebas. Sehingga, progres fisik belum bisa maksimal. Untuk mengatasi hal ini, kami memaksimalkan pekerjaan di lokasi-lokasi yang sudah bebas.” Selain itu, lanjutnya, pada awal pelaksanaan proyek mengalami kendala material yaitu kesulitan supply material beton ready mix, karena lokasi proyek yang relatif jauh dari Batching Plant terdekat. Sehingga, membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam dari Batching Plant ke lokasi proyek. ”Untuk mengatasi kendala ini, kami menginstruksikan rekanan material ready mix untuk membangun Batching Plant di lokasi proyek,” ujarnya.
“Dengan berbagai tantangan atau kendala yang terjadi di lapangan, untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan seperti salah satunya pada pekerjaan Bangunan Pengelak dengan mengubah penggunaan Bekisting Konvensional, menjadi bekisting Sliding Form. Dengan penggunaan metode ini, dapat memangkas waktu pekerjaan Bangunan Pengelak dari rencana 6,5 bulan, menjadi 4,5 bulan. Selain itu, kualitas beton yang dihasilkan juga lebih baik dan presisi, dibandingkan dengan penggunaan bekisting konvensional,” papar PM Dimas Ade Hermawan mengakhiri wawancara.[] US.
Baca juga : Pembangunan Bendungan Cabean, BBWS Pemali Juana
