majalahteknikkonstruksi.com – Jakarta 19 November 2025


*Pembangunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan*
*Pelaksanaan Proyek Paket 2B*

Project Manager Proyek Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan Paket 2B ADHI-ACSET, KSO., Sesde Asrul Stani menjelaskan ; “Sejak tanggal 11 Agustus 2023 dan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) pada tanggal 25 Agustus 2023, dimana kami memulai pekerjaan konstruksi pada proyek Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan Paket 2B dengan ruas Sukaragam – Bojongmangu (Sta. 17+750 sd Sta. 30+750).”

Adapun scope of work pekerjaan di Paket 2B ini, didominasi oleh pekerjaan Tanah (timbunan, galian) dengan estimasi volume mencapai 6,9 juta meter kubik. Scope of work berikutnya adalah perkerasan Mainroad dengan Rigid Pavement dan Flexible Pavement pada bahu jalan. Untuk pekerjaan Struktur, terdiri dari ; 2 Jembatan Elevated, 5 Jembatan Utama, 2 Jembatan Interchange, 6 Overpass, 8 Underpass dan 44 Box Culvert. Pembatas jalur menggunakan Double Barrier pada Mainroad dan Single Barrier pada akses tol.
Scope of work lain, lanjut Sesde Asrul Stani, adalah penyiapan lahan Rest Area pada tepi Mainroad 2 buah pada Sta 3+300 yaitu TIP A dan TIP B, dengan total luasan 9 hektar. Sementara itu, tahapan kerja serta metode kerja yang digunakan dalam pelaksanaan konstruksi proyek ini, meliputi mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, pembersihan lahan (land clearing), pemasangan direksi keet, pengukuran awal (setting out), serta pemasangan papan nama proyek. Tahap ini penting, untuk memastikan kesiapan lahan dan sarana pendukung sebelum pekerjaan utama dimulai.
Berikutnya kegiatan galian, timbunan, pemadatan, dan perataan tanah untuk membentuk elevasi dan kontur sesuai desain yang akan menjadi dasar pekerjaan struktur di atasnya. Pekerjaan Struktur meliputi konstruksi utama, seperti pondasi, sloof, kolom, balok dan pelat lantai. Pada tahap ini digunakan material utama beton, baja, atau material lain dengan metode pengecoran, serta pembesian sesuai spesifikasi teknis.
Pekerjaan Arsitektur Kantor BUJT meliputi pekerjaan penutup dan penyelesaian, seperti pasangan dinding, plesteran, lantai, plafon, cat, kusen, pintu, jendela, dan finishing lainnya. Tahap ini berfungsi untuk memperindah bangunan, sekaligus meningkatkan fungsi penggunaannya. Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP), meliputi Instalasi lampu PJU & instalasi listrik Gerbang Tol dan penerangan, sistem air bersih dan kotor, sistem pendingin hingga penangkal petir pada Kantor BUJT, untuk menjamin bahwa bangunan dapat difungsikan sesuai kebutuhan pengguna.
Pekerjaan Infrastruktur Penunjang , berupa jalan akses, drainase, saluran air hujan, pagar, marka, guardrail, perambuan serta lanskap, sebagai pendukung fungsi utama bangunan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam menunjang Operasional Jalan Tol. Pekerjaan Akhir, meliputi pembersihan area Tol dan pemeriksaan mutu pekerjaan (quality control), uji fungsi instalasi, dan perbaikan akhir (defect list). Setelah semua pekerjaan selesai sesuai spesifikasi, dilakukan serah terima pertama (Provisional Hand Over / PHO), dan selanjutnya Final Hand Over (FHO).
Nilai Kontrak pada proyek Jalan Tol Jakarta Cikampek Selatan ruas Sukaragam Bojongmangu adalah Rp 2,8 triliun. Schedule pelaksanaan pekerjaan secara master plan dibuat dan disepakati secara bersama-sama antar pihak, dari JJS selaku owner, MCI selaku Konsultan Pengawas dan KSO Adhi-Acset selaku Kontraktor Pelaksana. Dari master plan, akan didetailkan untuk setiap minggunya yang dijadikan target penyelesaian tiap minggu, dan dievalusi atas realisasi pekerjaan pada tiap minggunya.
Untuk percepatan dan kecepatan kerja setiap tahapan pekerjaan konstruksi, tentunya sebelum pekerjaan dimulai dilakukan rapat koordinasi mengenai metode pelaksanaan terlebih dahulu. Sehingga, bisa memprediksi durasi pekerjaan dan penggunaan alat maupun materialnya. “Pada prinsipnya, agar schedule sesuai dengan yang ditetapkan, maka kontraktor akan komitmen untuk menyiapkan produktifitas, sesuai dengan kebutuhan per minggu,” kata Sesde Asrul Stani.
Untuk jumlah tenaga kerja pada kondisi puncak di proyek Paket 2B ini mencapai 1.351 orang tenaga kerja, kondisi ini terjadi pada bulan Oktober 2024. Sebagai cara mengkoordinasi tenaga kerja, pengimplementasikan SMKK (Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi), sesuai dengan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 regulasi penting yang mengatur tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di Indonesia. Permen ini, bertujuan untuk : Menjamin keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan (4K) dalam setiap pekerjaan konstruksi. Mewujudkan sistem manajemen keselamatan, yang terintegrasi dalam seluruh tahapan proyek konstruksi: dari perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima. []US.
Baca juga :
Pembangunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan – PT Jasamarga Japek Selatan
Kontraktor Pelaksana Pembangunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan Paket 2A WIKA-PP- KMK – HKI, KSO.
