majalahteknikkonstruksi.com – Kalimantan Timur, 17 Desember 2025

Progres positif konstruksi fisik ruas-ruas tol strategis, yang akan menjadi tulang punggung konektivitas, menjadi wujud komitmen pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan Tol Akses menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahun ini. Keseluruhan ruas vital itu, ditargetkan fungsional pada pertengahan tahun 2026 nanti.

Kepala Balai (Kabalai) Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, S.T., M.T. menjelaskan ; “Berdasar Perpres 63 Tahun 2022, tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara terkait dengan aspek transportasi, maka dibutuhkan pembangunan jalan yang saling terkoneksi. Diantaranya, adalah jalan yang menghubungkan kawasan tiga kota yakni Ibu Kota Nusantara-Balikpapan-Samarinda dan daerah pendukung Ibu Kota Nusantara.”
Kemudian, jalan yang menghubungan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dengan Bandara Sepinggan di Balikpapan, serta menghubungkan kawasan industri di daerah pendukung Ibu Kota Nusantara dengan Wilayah Ibu Kota Nusantara. Sistem jaringan jalan tersebut terdiri atas Jaringan Jalan Tol dan Jaringan Arteri Primer. Jaringan Jalan Tol mencakup pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Jalan Tol Balsam-Outer Ring Road KIPP, dan Jalan Tol Jembatan Pulau Balang-KIPP.

“Sedangkan Jaringan Arteri Primer mencakup pembangunan Jalan Sp. Samboja-Ibu Kota Nusantara, dan Ruas Ibu Kota Nusantara – Sp. Petung. Spesifikasi teknis untuk jenis perkerasan jalan yang digunakan di IKN ini, berupa flexible pavement mempertimbangkan lalu lintas harian (LHR) rencana dan kenyamanan pengguna lalu lintas. Spesiifikasi teknis ini, mengacu pada spesifikasi jalan tol, dan speksifikasi umum Bina Marga,” jelas Kabalai. Sebagai wajah kota modern, dalam desain yang dilakukan di IKN ini mengacu kepada prinsip utama, diantaranya lingkungan, estetika, kualitas, dan teknologi dimana banyak inovasi-inovasi teknis konstruksi yang dilakukan di lapangan agar konstruksi yang dibangun tidak hanya mengacu kepada kaidah-kaidah teknis namun berkelanjutan.
Kabalai Yudi Hardiana menambahkan, inovasi-inovasi yang dilakukan seperti contoh yang dilakukan pada Paket Pembangunan Bandara VVIP IKN sisi utara, seperti penggunaan PVD, Rigid Inclusion untuk pekerjaan penyiapan konstruksi di atas tanah rawa. Kaidah pembangunan berkelanjutan ini, juga didukung sebelumnya melalui Studi Kelayakan dituangkan sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara. Sedangkan untuk AMDAL di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), telah dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Semua pelaksanaan perencanaan dan proses konstruksi, untuk pembangunan jalan di IKN melalui proses tender (lelang terbuka), dimulai dengan tender untuk paket perencanaan yang terbuka. Selanjutnya, desain yang dihasilkan diproses dan ditindaklanjuti untuk lelang pelaksanaan konstruksi. Untuk pembangunan jalan IKN, alokasi anggaran sejak tahun 2021 sampai dengan sekarang, bernilai investasi hingga Rp 38 triliun.
Tahapan pelaksanaan proyek konstruksi dari awal perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi, biasanya mengikuti alur sistematis agar proyek berjalan efisien, tepat waktu, dan sesuai anggaran. Secara garis besar, tahapan konstruksi meliputi ; Identifikasi Kebutuhan, dalam menentukan tujuan proyek dan kebutuhan pengguna. Studi Kelayakan, mencakup analisis teknis, ekonomi, hukum,dan lingkungan.Kemudian, Dokumen Perencanaan berupa RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis. Proses Tender, pemilihan kontraktor melalui tender / lelang terbuka. Pengawasan dan Kontrol Kualitas, dilakukan oleh Konsultan Pengawas dan Manajemen Konstruksi, hingga Dokumentasi Akhir, Asbuilt Drawing, laporan akhir.
Time Schedule pelaksanaan proyek pembangunan jalan IKN ini, sesuai pada setiap paket pekerjaan yang dibagi menjadi Tahap I (2021-2024) dan Tahap 2 (2025-2028). Saat ini, progres pekerjaan pembangunan jalan IKN di bawah BBPJN Kalimantan Timur sebesar 74,94%. Dengan rinciannya, Pembangunan Jalan Tol sebesar progres 70,39%, dan Pembangunan Jalan sebesar 74,21%. Sedangkan Pembangunan Bandara VVIP telah rampung. “Kendala yang dihadapi dalam pembangunan jalan dan jembatan IKN ini, adalah masih terdapatnya lahan-lahan yang belum bebas,” ungkapnya.
Guna menjaga kualitas pelaksanaan dan hasil, diterapkan Manajemen Proyek sesuai Permen PU No 11 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, dengan jadwal pekerjaan yang sangat ketat. Selain berkontrak dengan kontraktor dalam masa pelaksanaan pekerjaan, BBPJN Kaltim berkontrak dengan konsultan pengawas untuk melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan mutu, biaya, maupun waktu. Selain itu, terdapat pegawai BBPJN Kaltim selaku pengawas lapangan di bawah PPK terkait.
Pengendalian mutu yang diterapkan, akan selalu mengacu pada spesifikasi teknis yang dimiliki oleh Bina Marga, yakni Spek Umum Tol dan Spek Umum Bina Marga. Diharapkan dengan terbangunnya ruas-ruas vital di tahun depan, dapat meningkatkan efisiensi waktu tempuh antarwilayah, mempercepat distribusi logistik dan barang, serta menarik investasi dengan meningkatkan konektivitas ke IKN. Selain itu, tol ini juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat sekitar, serta membantu pengembangan pariwisata di kawasan IKN. []HS.
Baca juga :
Modernitas Jalan Kawasan West Residence IKN – PT. PP-MWT-SBS, KSO.
Proyek Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2: Segmen KKT Kariangau – Sp.Tempadung, WIKA-WASKITA-JAKON-PP, KSO.
