majalahteknikkonstruksi.com – IKN Kalimantan Timur 15 April 2026

Keterlibatan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Permata Maju Jaya, Kerja Sama Operasi (WIKA – PMJ, KSO) dalam pelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku Segmen 4 ini, sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tanggal 02 Oktober 2024, yakni selaras dengan ditandatanganinya Surat Perjanjian Kontrak Harga Satuan Paket Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Jalan di dalam KIPP : Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4, pada tanggal 02 Oktober 2024 oleh WIKA – PMJ, KSO, dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IKN 1.4, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Pembangunan IKN 1, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang saat ini berubah menjadi Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Lingkup pekerjaan proyek ini, meliputi Pembangunan Jalan di dalam KIPP sepanjang ±10,82 km, dengan penanganan konstruksi sebagai berikut : Multi Utility Tunnel (MUT), Perkerasan Jalan, Pembangunan Jembatan, Box Culvert,” jelas Ir.Muhammad Firmansyah – Project Manager (PM) WIKA – PMJ, KSO. Tahapan konstruksi terkait metode kerja, dimulai dari pekerjaan struktur bawah MUT. Dilanjutkan dengan penimbunan, pemasangan geotekstil, pekerjaan geosintetik, pekerjaan penyiapan badan jalan dengan material CBR 6%, pekerjaan lapis fondasi agregat kelas A dengan tebal 20 cm, pekerjaan lapis fondasi bawah beton kurus dengan tebal 10 cm, serta pekerjaan perkerasan beton semen dengan tebal 26 cm.

Sebagai inovasi konstruksi, proyek ini juga membangun struktur Jembatan Girder pada Ruas 3.1, dan struktur ini menjadi Jembatan Girder pertama di KIPP, yang dirancang untuk mengakomodasi konektivitas MUT, sekaligus mendukung akses menuju Kawasan Pertahanan dan Kawasan Legislatif. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan, dengan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pengendalian mutu yang ketat melalui inspeksi rutin, pengujian material, dan pengawasan metode kerja yang adaptif, untuk mewujudkan zero fatality hingga pekerjaan selesai. ”Untuk menjaga kinerja proyek tetap sesuai target, tim proyek secara konsisten melakukan monitoring progres, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan baik kepada pihah-pihak terkait, evaluasi produktivitas pekerjaan, mempercepat pekerjaan kritis, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya, guna memastikan pelaksanaan konstruksi berjalan efektif dan terkendali berdasarkan schedule pekerjaan yang telah ditetapkan, agar mencapai pelaksanaan pekerjaan yang tepat mutu, tepat guna, tepat waktu, dan tepat biaya,” papar PM Firmansyah.

Dalam pelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku Segmen 4 ini, melibatkan 599 tenaga kerja yang terdiri dari 491 tenaga non lokal dan 108 tenaga kerja lokal. Pengelolaan tenaga kerja dilakukan melalui sistem koordinasi terstruktur dan kolaborasi antar fungsi dan antar pihak, yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di setiap ruas pekerjaan. Terkait pengadaan materil, PM Firmansyah mengungkapkan ; “Secara umum dan selama masa pelaksanaan pekerjaan, pengadaan material pada proyek Pembangunan Jalan di dalam KIPP yakni Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 tidak mengalami kendala signifikan. Hal ini, didukung oleh ketersediaan material alam dari wilayah Pulau Sulawesi dan material fabrikasi yang dipasok dari wilayah Pulau Jawa, sehingga kebutuhan material proyek dapat terpenuhi secara berkelanjutan hingga saat ini.” [] Zn / US.
