majalahteknikkonstruksi.com – Kalimantan Timur 26 Juni 2025


*Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (JBH)IKN Seksi 6C*
Project Manager PP-Waskita-YPP, KSO., M. Ardie Idris, ST., menjelaskan bahwa lingkup pekerjaan proyek JBH Paket 6C, meliputi :a)Pekerjaan Tanah, terdiri dari land clearing, pekerjaan galian, dan pekerjaan timbunan. b)Multy Utilitas Tunnel / MUT. c)Box Culvert. d)Jembatan Pelengkung. e)Secant Pile. f)Dinding Penahan Tanah. g)Helipad. “Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut sudah selesai 100%, dan sudah dilaksanakan Provisional Hand Over (PHO) tanggal 18 Desember 2024 lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait ada atau tidaknya perubahan desain di proyek JBH Seksi 6C ini, Ardie Idris mengatakan ; “Tidak ada perubahan desain, karena sesui dengan gambar desain awal. Untuk kondisi geologi dilaksanakan penyesuaian volume, berdasarkan mutual chek 0% yang bersama-sama dengan konsultan supervisi dan PPK pelaksanaan.”
Namun, lanjutnya, ada pekerjaan tambah dalam pelaksanaan proyek ini, akibat adanya penugasan pembangunan Helipad dan MUT dikawasan west residence, untuk menunjang utilitas di Kawasan ASN dan Rumah Menteri, untuk pelaksanan upacara 17 Agustus 2024 lalu.”
Dalam pelaksanaan proyek ini, ungkap Ardie Idris, juga terdapat kendala sosial yang dihadapi di awal pelaksanaan, yaitu permasalahan lahan yang belum bebas di lokasi proyek. “Namun, kendala tersebut dapat kami selesaikan, dengan melaksanakan musyawarah bersama dengan tim para pemilik lahan, bekerjasama dengan PPK pelaksanaan, dan PPK lahan,” ujarnya. Kemudian, tantangan lainnya yakni masalah transportasi di area KIPP yang padat, akibat pelaksanaan proyek yg secara bersamaan. Sehingga, sering terjadi kemacetan lalulintas di jalan nasional yang menghambat logistik proyek. Selain itu, adanya material yang sulit diperoleh yaitu material alam dan semen. Hal itu, karena proyek yang bersamaan waktunya dengan target penyelesaian yang sama. Terutama, target untuk ekosistim yang disepakati bersama bulan Agustus 2024 lalu.
Solusi yang dilakukan proyek, ujarnya, dalam mengatasi masalah tersebut dengan menambah lahan untuk stock material, dan mencari alternatif quary material alam dari daerah lain, seperti mendatangkan dari Jawa. Sedangkan untuk kebutuhan material beton dengan menambah batching plant untuk suplay beton. Disamping itu, adanya tantangan teknis yakni integritas dengan paket-paket yang lain, terkait elevasi persimpangan jalan dan akses masuk, maupun perkuatan lereng. Mengatasi hal tersebut, setiap minggu melaksanakan rapat bersama dengan MKI dan Satgas, membahas clash detection masing-masing paket. Dengan berbagai masalah atau kendala yang terjadi di lapangan, untuk percepatan pelaksanaan pekerjaan, langkah-langkah yang kami lakukan, antara lain : Membuka semua lahan pekerjaan secara bersamaan, dan menambah kapasitas alat dan jumlah pekerja, maupun mengatur waktu pekerjaan dengan 2 shift. Juga, membuat metode precast beton pada dinding penahan tanah dan jembatan. [] US.
Baca juga :
Pembangunan Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6B dan 6C-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur
