majalahteknikkonstruksi.com -Kalimantan Timur 24 Juni 2025

*Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (JBH) IKN Seksi 6B*

Project Manager Abipraya-Bumi Karsa-CPA, KSO., Kamalul Asfiyak menjelaskan, bahwa lingkup pekerjaan dari proyek Pekerjaan Jalan Bebas Hambatan (JBH) Seksi 6B adalah Rencana Outer Ring Road – Sp. 3 ITCI, mencakup : a). Pekerjaan Main Road Jalan Tol, dengan panjang 4.861 m. b).Pekerjaan Struktur Jembatan, dengan panjang total 154 m. c).Pekerjaan Struktur Jembatan Overpass, dengan panjang total 200 m. Adapun progres fisik secara keseluruhan, per 18 Mei 2025 telah mencapai 86,02%. Sementara itu, lanjutnya, terdapat beberapa pekerjaan yang sedang dilaksanakan dalam proyek Pembangunan JBH Seksi 6B, mencakup ; Pekerjaan yang sedang berlangsung, antara lain : Pekerjaan gorong-gorong kotak berukuran 2 x 3 meter, dengan panjang 190 meter.
“Pekerjaan yang sedang berlangsung selanjutnya, yaitu perkerasan lapis pondasi agregat kelas A dan kelas B. Juga, perkerasan jalan beton di area pintul tol. Selain itu, terdapat sejumlah pekerjaan yang akan dilaksanakan, seperti penghamparan aspal, serta pekerjaan pelengkap yang mencakup marka jalan dan pagar beton,” ujarnya.
Dalam proyek ini, sambung Kamalul Asfiyak, terdapat pekerjaan tambah berupa pembangunan Jembatan Overpass di STA 3+600. Pada desain awal, lokasi tersebut tidak direncanakan memiliki Jembatan Overpass. “Namun, karena adanya jalan akses menuju wilayah KIPP IKN, diperlukan pembangunan jembatan overpass guna memastikan kelancaran konektivitas dan mencegah terputusnya akses di area tersebut. Oleh karena itu, konstruksi Jembatan Overpass di STA 3+600 ini menjadi solusi yang diperlukan, untuk menunjang mobilitas serta integrasi infrastruktur yang lebih optimal,” ungkapnya.
Dijelaskan Manajer Proyek JBH Seksi 6 B ini, bahwa untuk mencapai progres dalam pelaksanaan proyek agar sesuai dengan rencana, diterapkan metode Last Planner System (LPS) yaitu sistem penjadwalan dan kerangka kerja kolaboratif, yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan aktif pelaksana proyek. Sehingga, pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efisien, andal, dan minim pemborosan. Metode ini terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain : a).Master Schedule, yang menjadi acuan utama dalam perencanaan proyek. b).Lookahead Planning yaitu analisis kegiatan 3-6 minggu ke depan, untuk mengidentifikasi hambatan dan menyelesaikannya sebelum menjadi masalah. c).Weekly Work Planning, yang merupakan perencanaan mingguan berdasarkan kegiatan yang benar-benar siap untuk dikerjakan. Dan d).Percent Plan Complete, yaitu ukuran kinerja yang menunjukkan persentase tugas yang telah direncanakan dan benar-benar selesai sesuai target. Dengan menerapkan metode ini, proyek dapat berjalan lebih terstruktur dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
[] US.
Baca juga :
Pembangunan Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6B dan 6C-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur
