majalahteknikkonstruksi.com – Kabupaten Semarang, 23 Juli 2025

*Pembangunan Bendungan Jragung-Mendukung Program Infrastruktur Ketahanan Air*

Kepala SNVT (Kasatker) Pembangunan Bendungan, BBWS Pemali Juana, Yogi Pandhu Satriyawan, ST.MT., menjelaskan bahwa latar belakang dan tujuan Pembangunan Bendungan Jragung,yaitu untuk mendukung program infrastruktur ketahanan air yang dicanangkan pemerintah, untuk mencapai swasembada pangan, ketahanan air, ketahanan energi, dan pengendalian banjir. Lanjut Kasatker yang akrab disapa Pak Pandhu ini, menjelaskan ; “Tujuan Pembangunan Bendungan Jragung dirancang untuk menampung air dengan kapasitas 90 juta meter kubik, akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.”
Bendungan Jragung akan dimanfaatkan nantinya, sambungnya, antara lain untuk penyediaan air baku sebesar 1 m³/ detik, yaitu untuk Kota Semarang 0,5 m³ / detik, Kabupaten Grobogan 0,25 m3 / detik, dan Kabupaten Demak 0,25 m³/ detik. Juga untuk Irigasi Pertanian seluas 4.528 Ha, dan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1400 KW. Bendungan Jragung akan berperan dalam menampung kelebihan air saat musim hujan. Sehingga, mengurangi risiko banjir di daerah hilir di Kabupaten Demak seluas 3858 Ha, serta manfaat pariwisata di Kabupaten Semarang.
Sementara itu, terkait ketersediaan lahan untuk Pembangunan Bendungan Jragung, Kasatker Pandhu mengungkapkan ; “Lahan yang sudah dibebaskan berupa tanah kehutanan, seluas 625,95 hektar atau 3 bidang. Juga tanah Masyarakat luas 13,78 hektar atau 146 bidang, dan masyarakat sudah direlokasi. Total luas lahan yang dibutuhkan, seluas 635,33 hektar atau 150 bidang.” Namun, menurutnya masih ada yang belum bebas, yakni satu bidang tanah wakaf seluas 0,0255 hektar. Solusi untuk tanah wakaf tersebut, sudah ada lokasi pengganti berlokasi di Desa Candirejo dan sedang berproses penilaian oleh apraisal.
”Harapan kami, Bendungan Jragung dapat memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, terutama dalam hal penyediaan sumber air untuk air baku, dan irigasi pertanian. Juga untuk PLTMH, serta guna meningkatkan ekonomi daerah sekitar. Selain itu, untuk pengendalian banjir. Semoga Bendungan Jragung dapat selesai tepat waktu,” harap Yogi Pandhu Satriyawan.


PPK Bendungan Jragung, BBWS Pemali Juana, Wahyu Apri Yoga ST, MT.,menambahkan; ”Tantangan Aspek teknis yang terjadi di lapangan, seperti penyelesaian Bangunan Pengelak (river diversion) karena kondisi gelogi yang kurang baik. Cuaca pada saat ini, menurut BMKG musim kemarau basah, yang dapat mempengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan timbunan.” Solusi mengatasi masalah tersebut, lanjutnya, inovasi dengan dilakukan jastifikasi teknis untuk penyesuaian desain di lapangan, serta inovasi perubahan metode pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Adapun Pembangunan Bendungan Jragung dengan Tipe Urugan Zonal Inti Tegak ini, dibagi dalam 6 paket terdiri dari ; 1)Paket 1 dan 4, oleh Kontraktor Pelaksana PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. 2)Paket 2 dan 5 oleh PT. Wijaya Karya – BRP (KSO). 3)Paket 3 dan 6 oleh PT. Brantas Abipraya – Pelita (KSO). Sementara itu, sebagai Konsultan Supervisi : PT. Raya Konsultant – PT. Hilmy Anugerah – PT. Tuah Agung Anugerah – PT. Ciriajasa Engineering Consultant (KSO).
“Kontrak paket 1 ditandatangani 25 September 2020, dan kontrak paket 4 tanggal 12 Desember 2024. Sedangkan kontrak paket 2 ditandatangani 6 November 2020 (progres sudah selesai), dan kontrak paket 5 tanggal 22 Desember 2024. Kontrak paket 3 tanggal 16 September 2020 (progres sudah selesai), dan kontrak paket 6 tanggal 16 Desember 2024. Total nilai kontrak Rp.3,009 triliun. Rencana selesai proyek ini, sesuai tanggal akhir kontrak 22 Desember 2025,” jelas Wahyu Apri Yoga.
[]US.
Baca juga : * Kontraktor Pelaksana Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1&4
* Kontraktor Pelaksana Pembangunan Bendungan Jragung Paket 2&5
* Kontraktor Pelaksana Pembangunan Bendungan Jragung Paket 3&6
